Minggu, 30 September 2012

Metode Akuntansi Penjualan Cicilan


     Menurut KIESO dan WEYGANDT (1995:619) menerangkan penagihan dan bukan pada saat periode penjualan. Dasar akuntansi cicilan dibenarkan atas dasar bahwa tidak ada lagi dasar yang cocok untuk menaksir tingkat yang dapat ditagih pendapatan seharusnya tidak diakui sampai ditagihnya kas.
      Ungakapan “penjualan cicilan” biasanya digunakan oleh akuntansi dan lainnya untuk menjelaskan suatu jenis penjualan yang pembayarannya diwajibkan dalam periode cicilan selama periode waktu yang diperpanjang. Ini digunakan dalam perdangangan eceran dimana segala jenis peralatan dan perabotan untuk pertanian eceran di segala jenis peralatan dan perabotan untuk pertanian dan rumah tangga dijual dengan dasar cicilan. Kadang-kadang ini juga dipakai untuk industri alat-alat berat dimana instansi mesin dibayar untuk periode yang panjang. Penerapan metode yang lebih baru adalah penjualan pengembangan tanah.
      Karena pembayaran untuk produk atau harta yang dijual itu terbesar selama periode yang panjang, resiko kerugian dari perkiraan yang tidak dapat
 ditagih lebih besar pada transaksi penjulan cicilan dari pada penjualan yang biasa. Sehingga, berbagai cara digunakan untuk melindungi penjual. Pada barang dagang, dua cara yang umum adalah :
1.      Penggunaan penjualan kontrak bersyarat yang menetapkan bahwa hak pada barang yang dijual tidak diberikan kepada pembeli sampai semua pembayaran dilunaskan.
2.      Penggunaan wesel yang dijamin oleh hipotek barang bergerak (harta pribadi) atas barang yang dijual.
Kedua cara ini membuat penjualan “memiliki kembali” barang yang dijualnya bila pembeli lalai membayar pada satu atau lebih pembayaran barang dagang yang dimiliki kerugian penjual karena cicilan yang tak tertagih dan beban untuk mendapatkan kembali barang dagang.

World Clock