Senin, 02 April 2012

Makalah Tasamuh


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dalam pergaulan hidup sehari-hari diperlukan tasamuh baik intren umat islam maupun dengan ummat non islam tasamuh merupakan sikap tengang rasa, saling menghormati saling menghargai sesama manusia. Pada hakekatnya sikap seperti ini telah dimiliki oleh manusia sejak masih anak-anak namu perlu bimbingan dan arahan. Tasamuh disebut juga dengan toleran.
Setiap manusia diberikan akal, pikiran, dan perasaan dalam hidup bermasyarakat, perasaan harus mendapat perhatian oleh masing-masing anggota masyarakat. Salah satu bentuk perahtian terhadap perasaan sesama manusia ialah memiliki sikap tasamuh. Dengan demikian sikap tasamuh sangat diperlukan dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Bersikap tasamuh berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil haknya sebagaimana mestinya.
Tasamuh dalam kehidupan bergama harus sabar dalam menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dan bathil. Menurut pandangan, dab tidak boleh menyerang dan mencela yang membuat orang tersebut sakit dan tersiksa perasaannya. Asas tersebut terkandung dalam Q.S Al-An’am ayat : 108
Sikap tasamuh penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama, untuk untuk menciptakan persatuan dan kerukunan dengan sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan sikap tasamuh atau toleransi?
2.      Jelaskan yang dimaksud dengan tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama?
3.      Sebutkan dampak positif sikap tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat?
C.  Tujuan Penulisan
1.      Agar bisa mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan tasamuh.
2.      Untuk memahami pentingnya sikap tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
3.      Untuk mengetahui dampak positif dari sikap tasamuh.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Tasamuh dan Macam-macamnya
1.      Pengertian Tasamuh
Secara bahasa tasamuh artinya toleransi, tenggang rasa atau saling menghargai sedangakan menurut istilah tasamuh artinya suatu sikap yang senantiasa saling menghargai antara sesama manusia. Sebagai mahluk sosial kita semua saling membutuhkan satu sama lain, karena masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan demikian perlu ditumbuhkan sikap toleran dan tenggang rasa agar senantiasa  tergerak untuk saling menutupi kekurangan masing-masing. Dari sikap ini akan terpancar rasa saling menghargai, berbaik sangka dan terhindar dari sikap saling menuduh antar teman.
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtär& óOà2ßtnr& br& Ÿ@à2ù'tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§ ÇÊËÈ $pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& yYÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujarat : 12-13)

Ayat diatas  juga menjelaskan bahwa  sikap toleransi tidak memandang suku, bangsa dan ras. Karena mereka terpaut dalam satu keyakinan sebagai makhluk Allah di muka bimi. Dihadapan Allah semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Adapun yang membedakan mereka dihadapan Allah swt adalah Taqwa.
2.       Macam-macam Tasamuh atau Toleransi
Toleransi terdiri dari dua macam yaitu : toleransi terhadap sesama muslim dan toleransi terhadap selain muslim.
a.    Toleransi terhadap sesama muslim merupakan suatu kewajiban, karena di samping sebagai tuntutan sosial juga merupakan wujud persaudaraan yang terikat oleh tali aqidah yang sama. Bahkan dalam hadits nabi dijelaskan bahwa seseorang tidak sempurna imannya jika tidak memiliki rasa kasih sayang dan tenggang rasa terhadap saudaranya yang lain.
لا يؤمن احدكم حتى يحب لا خيه ما يحب لنفسه (رواه البخرر ومسلم)
Artinya :
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. " (HR. Bukhari dan Muslim)
Sikap toleran dan baik hati terhadap sesama terlebih lagi dia seorang muslim pada akhirnya akan membias kembali kepada kita yaitu banyak memperoleh kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi, disamping itu Allah akan membalas semua kebaikan kita di akhirat kelak.
b.      Adapun toleransi terhadap non muslim mempunyai batasan tertentu selama mereka mau menghargai kita, dan tidak mengusir kita dari kampung halaman. Mereka pun
harus kita hargai karena pada dasarnya sama sebagai makhluk Allah
SWT. Bersikap tasamuh bukan berarti kita toleran terhadap sesuatu secara membabi buta tanpa memiliki pendirian, tetapi harus diba-rengi dengan suatu prinsip yang adil dan membela kebenaran. Kita tetap harus tegas dan adil jika dihadapkan pada suatu masalah baik menyangkut diri sendiri, keluarga ataupun orang lain. Walaupun ke-putusan tersebut akan berakibat pahit pada diri sendiri. Dalam ajaran islam  keadilan ditegakkan tanpa memandang bulu baik rakyat jelata maupunraja harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT. Jika ia melanggar harus menerima segala konsekwensinya.



B.  Bentuk- bentuk tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain :
1.      Tidak menggangu ketenangan tetangga, Rasulullah SAW bersabda :
و الله لا يؤمن والله لا يؤمن والله لا يؤمن قبل ومن يا رسو ل الله قا ل لا يأ من جاربوائقه (رواه البخارى)
Artinya : Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman,. Saat itu beliau ditanya “ Ya Rasullah siapakah yang tidak beriman itu “Rasulullah saw Bersabda ‘ (yakni) orang yang tetangganya tidak merasa nyaman karena gangguannya. (H.R. Bukhori)
Hadits tersebut  menjelaskan bahwa pengakuan iman seseorang tidak sempurna apabila masih suka menganggu ketenagan tenangganya, baik dengan ucapan yang jelek maupun perbuatan.
2.      Tidak melarang tetangga apabila ingin memanam pohon dibatas kebunnya Rasulullah saw Bersabda :
لا يمنع جا رٌ جا ره ان يغرز خشه فى جداره (رواه البخار)
Artinya : Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya apabila ia ingin menanam pohon dibatas kebunnya. (H.R. Bukhari)
3.      Menyukai sesuatu untuk tetangganya, sebagaimana ia suka untuk dirinya sendiri.
والذي نفسي بيدهلا يؤمن عبد حتى يحب لجاره او قال لا خيه ما يحب لنفسه (رواه مسلم)
Artinya : Demi Dzat yang aku berada di dalam kekuasannya, tidaklah seorang beriman sehingga ia menyukai buat tetangganya atau saudara sesuatu yang ia sukai buat dirinya sendiri (H.R. Muslim).
Ø  Dampak positif perilaku tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat
-          Memuaskan batin orang lain karena dapat mengambil haknya sebagaimana mestinya.
-          Kepuasan batin yang tercermin dalam raut wajahnya menjadikan semakin eratnya hubungan persaudaraan dengan orang lain.
-          Eratnya hubungan baik dengan orang lain dapat memperlancar terwujudnya kerjasama yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
-          Dapat memperluas kesempatan untuk memperoleh rezeki karena banyak relasi.
Ø  Membiasakan diri bersikap tasamuh
Untuk memiliki  sikap tasamuh dalam kehidupan, perlu memperhatian beberapa hal sebagai berikut :
-          Berusaha untuk menghormati orang lain, walaupun dirinya ingin dihormati
-          Berusaha menghargai kelebihan yang dimiliki orang lain walaupunsendiri memiliki kelebihan.
-          Tidak selalu melihat kekurangan orang lain tanpa mengingat kekurangan dirinya.
C.  Tasamuh dalam kehidupan beragama
Islam mendidik ummatnya untuk bersikap tasamuh seperti yang terdapat dalam ayat berikut ini.
ö/ä3s9 ö/ä3ãYƒÏŠ uÍ<ur ÈûïÏŠ
Artinya : Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Q.S. Al-Kafirun : 6)
Masing-masing penganut agama mempercayai bahwa  agama yang dianutnya paling baik dan benar. Pengakuan yang demikian itu menjadi hak bagi masing-masing agama. Tidak boleh memperolok agama yang dianut orang lain keduabelah pihak harus dapat saling menghargai dan menghormati hak orang lain dengan menjaga kerukunan antar umat beragama.
Ø  Kerukunan antar umat islam
Saat ini dalam agama islam berkembang berbagai macam paham dal aliran. Walaupun demikian antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya tetap merupakan saudara. Munculnya aliran yang berbeda-beda dari perbedaan penafsiran karena penguasaan ilmu yang mendukung penafsiran itu berbeda. Akan tetapi umat islam harus menjunjung tinggi persaudaraan karena yang mengikat persaudaraan diatara mereka adalah islam. Dalam hadits Rasulullah saw Bersabda :
مثل المؤمن فى تراحمهم وتعا طعهم كمثل الجسد أ ذ اشتحى عضو تداعي سا ئر الجسد با لسهر و الحمي (رواه مسلم)
Artinya : Perumpamaan orang islam didalam sayang menyayangi dan kasih mengasihi adalah bagaikan satu tubuh yang apabila ada salah satu anggota yang sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya yaitu tidak bisa tidur dan merasa demam (H.R. Muslim)
Salah satu wujud kerukunan adalah adanya kemauan untuk saling membantu, menolong dan saling menghargai satu sama lain.
Ø  Kerukunan umat islam dengan umat beragama lain
Islam merupakan agama yang mempunyai tolerasi tinggi terhadap golongan yang beragama lain. Dakwa islam tidak boleh dilaksanakan dengan cara kekerasan dan paksaan akan tetapi harus dengan cara yang damai Firman Allah swt dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 256 :
Iw on#tø.Î) Îû ÈûïÏe$!$# ( s% tû¨üt6¨? ßô©9$# z`ÏB ÄcÓxöø9$# 4 `yJsù öàÿõ3tƒ ÏNqäó»©Ü9$$Î/ -ÆÏB÷sãƒur «!$$Î/ Ïs)sù y7|¡ôJtGó$# Íouróãèø9$$Î/ 4s+øOâqø9$# Ÿw tP$|ÁÏÿR$# $olm; 3 ª!$#ur ììÏÿxœ îLìÎ=tæ ÇËÎÏÈ
Artinya : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghutb dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dalam hal bekerja sama dengan orang yang beragama lain, islam membatasi pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah kedunyaan seperti dibidang sosial, budaya, ekonomi dan politik sedangkan hal yang berkaitan dengan masalah aqidah dan ibadah islam melarang kerja sama.
Kita dilarang mendoakan dan memintakan ampunan kepada Allah swt untuk orang yang beragama lain walaupun orangtua atau anak sendiri kita tidak boleh mendahului salam kepada orang yang beragama lain. Apabila mereka memberi salam kepada kita cukup menjawabnya wa’alaikum. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah dengan wa’alaikum (H.R.Bukhori)







BAB III
PENUTUP
-       Kesimpulan
Dari penjabaran dan penjelasan diatas maka penulis dapat penulis dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan tasamuh adalah suatu sikap yang senantiasa saling menghargai dan menghormati sesama manusia. Tasamuh disebut juga dengan toleransi tasamuh atau toleransi dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.      Toleransi terhadap sesama muslim
2.      Toleransi terhadap non muslim
Bentuk-bentuk tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain :
a.       Tidak menggangu ketenagan tetangga
b.      Tidak melarang tetangga apabila ia ingin menanam pohon di batas kebunnya.
c.       Menyukai sesuatu untuk tetangganya, sebagaimana ia suka untuk dirinya sendiri
Tasamuh dalam kehidupan beragama harus saling menghargai terhadap golongan yang beragama lain. Karena masing-masing individu berhak sesuai dengan kepercayaannya. Untuk itu sebagai sesama makhluk ciptaan Allah swt harus saling menghargai hak-hak orang lain dengan menjaga kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat islam dengan umat yang beragama lain.


DAFTAR FUSTAKA


-       Drs. Alfat, Masan. Aqidah Akhlak Madrasah Aliyah. PT. Karya Toha Putra Semarang. 1994

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

World Clock