Senin, 02 April 2012

Makalah Jual Beli


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manusia diciptakan oleh allah disamping sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup tanpa pesan orang lain. Supaya kepentingan manusia yang begitu banyak itu saling terpenuhi maka dibutuhkan norma dan aturan-aturan. Sehingga dengan norma ataupun aturan-aturan tersebut kehidupan masyarakat akan berjalan teratur an terhindar dari sikap mendzolimi orang lain dan menempuh jalan batil dalam usaha mencari rizki.
Agama islam mengajarkan kepada pemeluknya agar berusaha dan mencari rizki yang halal. Salah satunya dengan jalan melakukan jual beli. Jual beli menurut islam aalah tukar menukar dan transaksi barang dengan cara memberi manfaat bagi kedua belah pihak dengan jalan yang halal. Karena dalam hal muamalah, islam tidak membiarkan manusia menuruti kehendak hawa nafsunya yang cenderung berlebihan terhadap dunia dan idak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.
B.       Rumusan masalah
1.      Apakah definisi jual beli
2.      Bagaimana macam-macanm jual beli
3.      Bagaimana rukun dan syarat jual beli
4.      Bagaimana jual beli yang dilarang
5.      Bagaimana perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum jual beli
C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui definisi jual beli
2.      Untuk mengetahui macam-macam jual beli
3.      Untuk mengetahui rukun dan syarat jual beli
4.      Untuk mengetahui jual beli yang dilarang
5.      Untuk mngetahui perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum jual beli

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Definisi Jual Beli
Definisi menurut syara’ yang di maksud jual beli ialah tukar menukar harta secara suka sama suka atau memindahkan milik dengan mendapat tukar menukar cara yang di izinkan agama.
Sedangkan menurut bahasa البيع artinya menukar atau menjual.
Jual beli adalah muamalah yang di perintahkan oleh allah bagi para hambanya, sebagai sarana memperoleh rizkinya dan sebagai sarana mencari keuntungan, sebagaimana yang di firmankan allah swt.

3 ¨@ymr&ur ª!$# yìøt7ø9$# tP§ymur (#4qt/Ìh9$# 4
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharapkan riba (s. al-baqoroh :275)
B.       Macam-Macam Jual Beli
1.      Jual beli barang dengan uang tunai seperti jual kain dengan dirham
2.      Jual beli dengan sistem muqayadlah (jual barang dengan barang/ sistem tukar barang dengan barang) seperti kain dengan hamba
3.      Jual uang dengan uang seperti yang terjadi pada bank
4.      Jual utang dengan barang yaitu jual salam (yaitu penjualan barang dengan hanya menyebutkan ciri-ciri dan sifatnya kepada pembeli dengan orang kontan dan barangnya di serahkan kmudian)
5.      Jual beli dengan sistem musawamah yaitu jual beli tanpa memperhatikan harga yang terdahulu/lalu
6.      Jual beli dengan sistem murabahah (saling menguntungkan)
7.      Jual beli dengan sistem tauliah
8.      Jual beli dengan sistem mwadlo’ah kebalikan dari jual beli dengan sistem murabahah yaitu dengan cara menyerahkan sedikit modal

C.      Rukun dan Syarat Jual Beli
1.      Penjual dan Pembeli
Syarat keduanya
a.       Berakal, agar di tidak terkicuh, orang yang gila atau bodoh tidak sah jual belinya
b.      Dengan kehendaknya sendiri (bukan di paksa(suka sama suka)
c.       Keadaannya tidak mubadzir (pemboros) karena harta yang mubadzir itu di tangan walinya
d.      Baliq, anak kecil tidak sah  jual belinya, adapun anak-anak yang sudah mengerti tetapi belum sampai umur dewasa menurut pendapat ulama’, bahwa mereka di bolehkan berjual beli barang yang kecil-kecil karena kalau tidak di bolehkan sudah tentu menjadi kesulitan dan kesukaran, sedang agama islam sekali-kali tidak akan mengadakan aturan yang mendatangkan kesulitan kepda pemeluknya
2.      Uang dan benda yang di beli
Syarat keduanya
a.       Suci, najis tidak sah di jual dan tidak boleh dijadikan uang untuk di belikan seperti kulit mayat yang belum di samak
b.      Ada manfaatnya, tidak boleh menjual sesuatu yang tidak ada manfaatnya, mengambil tukarannya terlarang juga, kren masuk dalam arti menyia-nyiakan harta yang terlarang.
Firman allah saw
ان المبدرين كانوا اخوان الشيطين
Sesungguhnya orng-orang yang menyia-nyiakan harta (pemboros) itu seperti keadaan syetan (Al-isro’ :27)
c.       Keadaan barang itu dapat di terimakan diserahkan, tidak sah menjual sesuatu barang yang tidak dapat diserahkan kepada yang membeli, seperti ikan dalam laut, barang rampasan yang masih di tangan yang merampas, barang yang sedang di sungguhkan (borg), sebab semua itu mengandung tipu daya (kicuhan)
Sabda rosulullah saw
عن ابى هريرة نهي النبي صلى الله عليه وسلم عن بيع الغرر
Dari abu huroiroh, kata beliau “telah melarang nabi saw akan memperjual. Belikan barang yang mengandung tipu daya”
d.      Keadaan barang kepunyaan yang menjual atau kepunyaan yang diwakilinya atau yang menguasakan
Sabda rosul  لا بيع الا فيها يملك
“tidak sah jual beli melainkan pada barang yang dimiliki”
e.       Barang itu di ketahui oleh si penjual dan si pembeli, dengan terang zat, bentuk, ukuran dan sifat-sifatnya,
3.      Ijab dan Qabul
Ijab perkataan penjual, umpamanya: saya jual barang ini sekian
Qobul seperti kata si pembeli saya terima (saya beli) dengan harga sekian, sabda rosulullah saw
انما البيع عن تراس
Sesungguhnya jual beli itu hanya sah jika suka sama suka
Syarat keduanya
a.       Keadaan ijab dan Qabul berhubung, arti salah satu keduanya antas menjadi jawab dari yang lain karena belum bersilang lama
b.      Mufakat
c.       Keadaan keduanya tidak di sangkutkan dengan urusan lain, seperti katanya “kalau saya jadi pergi, saya jual barang ini sekian”
d.      Tidak berwaktu, sebab jual beli berwaktu seperti sebulan atau setahun tidak sah
D.      Jual Beli Yang Dilarang
1.      Barang yang di hukumkan najis oleh agama, seperti anjing, babi, berhala, bangkai, dan khamar
Rosulullah saw bersabda:
ان الله ورسوله حرم بيع الخمر والميتة والخنزير ولا صنام
Sesungguhnya allah dan rosulnya telah mengharamkan menjual arak, bangkai, babi, dan berhala
2.      Jual beli sperma (mani) hewan, seperti mengawinkan seekor domba jantan dengan betina agar dapat memperoleh turunan jual beli ini haram hukumnya karena Rosulullah saw bersabda
عن ابى عمر رض قال نهى رسول الله ص م عن عسب الفحل
“dari ibnu umar ra, berkta; Rosulullah saw telah melarang menjual mani”
3.      Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya. Jual beli seperti ini dilarang karena barangnya belum ada dan tidak tampak
4.      Jual beli dengan muhaqallah (menjual tanam-tanaman yang masih di ladang atau sawah) hal ini di larang agama sebab ada persangkaan riba di dalamnya
5.      Jual beli dengan mukhadharah yaitu menjual buah-buahan yang belum pantas di panen
6.      Jual beli dengan muammassah yaitu jual beli secara sentuh menyentuh
7.      Jual beli dengan munabadzah yaitu jual beli secara lempar melempar
8.      Jual beli dengan muzabanah yaitu menjual buah yang basah dengan buah yang kering
9.      Menentukan dua harga untuk satu barang yang di perjual belikan
10.   Jul beli dengan syarat (iwadh mahjul)
11.   Jual beli gharar yaitu jual beli yang samar sehingga ada kemungkinan terjadi penipuan
12.  Jual beli dengan mengecualikan sebagian benda yang di jual
13.  Larangan menjual makanan hingga dua kali di takar
E.       Perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum jual beli dengan adanya praktek jual beli, maka akan menimbulkan sikap antara lain sebagai berikut:
1.      Menumbuhkan dan membina ketentraman jiwa dan kebahagiaan sebab dengan memperoleh keuntungan atau laba maka akan terpenuhi hayat hidup sehari-hari seperti sandang, pangan, dan papan
2.      Dengan memperoleh keuntungan maka nafkah untuk keluarga akan terpenuhi yang merupakan suatu tanggung jawab yang harus di laksanakan
3.      Mencegah atau menolak kemungkaran dengan adanya usaha seperti berdagang berarti mengkondisikan kehidupan sosial yang lebih sejahtera, sehingga penyakit yang ada pada masyarakat dapat berkurang seperti kasus pencurian, perampokan atau bahkan korupsi
4.      Sebagai sarana ibadah, dengan memperoleh keuntungan maka seseorang muslim di anjurkan untuk berinfak, shodaqoh atau zakat
5.      Jual beli dapat pula dijadikan suatu profesi sehingga dapat menghilangkan sifat yang tidak baik misalnya malas bekerja dan tidak peuli pada sesama


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Jual beli merupakan salah satu cara yang di perbolehkan dalam agama islam untuk mencari rizki yang halal. Jual beli adalah tukar menukar harta secara suka sama suka
Di antara macam-macam jual beli adalah jual beli barang dengan uang tunai, sistem muqayadlah, uang dengan uang, sistem musawamah, sistem murabahah, sistem muwadlo’ah
Kemudian yang perlu di perhatikan kaitannya dengan jual beli adalah rukun dan syarat jual beli penjual pembeli, uang dan benda yng di beli, ijab dan qabul, dan di antara syarat-syaratnya yaitu berakal, suka sama suka, baliq, suci, ada manfaatnya, jelas dan halal.
Jual beli di anggap sah jika telah terpenuhi rukun-rukunnya serta syarat-syaratnya dan di antara jual beli yang dilarang yaitu khamar, bangkai, berhala, anjing, sperma, jual beli dengan mukhadharah.
Dengan adanya jual beli maka akan menumbuhkan ketentraman jiwa dan kebahagiaan, tanggung jawab, mencegah kemungkaran, sarana ibadahdengan memperoleh keuntungan maka seseorang muslim di anjurkan untuk berinfak.


DAFTAR PUSTAKA


1.      As-Shani’I “ Subulus Salam III,  PT. Al-Ikhlas Surabaya, 1995
2.      Fuad Muhammad, Fiqih Wanita, PT. Lintas Media, Jombang, 2007
3.       Rasjid Sulaiman, H. Fiqih Islam, PT. At- Tahiriyah. Jakarta. 1976
4.      Suhendi Hendi, Dr. H, M.Si. Fiqih Mu’amalah. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2008
5.      Sudarno, S.Ag. Pendidikan Agama Islam. PT. Cahaya Mentari . Surakarta





World Clock