Kamis, 01 Maret 2012

Tangisan Pertama

Sebuah tangis bisa berarti kegembiraan atau kesedihan yang tak tertahankan. Namun yang pasti aku yakini adalah sebuah tangis keras seorang aku yang bayi dan bayi-bayi normal lainnya 100% adalah sebuah tangis kegembiraan.Rasa terpesona yang luar biasa pada pandang dan rasa pertama…,dan sebuah naluri bersyukur yang tulus seorang mahkluk yang pertama merasakan warna-warni hidup, dan atas sambutan riang gembira dari pengharapan dan doa orang-orang sekitar atas kehadirannya.


Seorang bayi adalah murni dan kosong
, demikian Bang Iwan Fals menulis dalam lagunya.Seorang bayi yang hanya tahu satu hal yang pasti, bahwa hidup adalah sebuah anugrah, yang hanya layak disambut dengan kegembiraan dan tangisan syukur.

Itulah seorang bayi !! (menurutku sih!! )


Namun betapa bertolak belakang antarahidup bagi seorang bayi dengan mahkluk dewasa seperti kita.Setiap hembus nafas, setiap detak jantung, setiap langkah yang terayun, bahkan setiap pilihan hidup kita sendiri yang
memutuskan selalu saja membuahkan keluhan-demi-keluhan, sambat yang begitu nelongso, marah, umpatan geram dengan apa yang terjadi. Dan akhirnya menaifkan Nikmat yang tak pernah bisa terukur oleh satuan volume apapun.Nikmat setiap hembus nafas, setiap detak jantung, segenap ayunan langkah dan segenap hidup kita (bahkan kentut dan BH -Buang Hajat, tidakkah sebuah nikmat?).

Lihat saja di halaman
facebook.Dari 20 coment yang ada, 15 coment tak lebih ungkapan2 sambat dan keluhan2 yang begitu bangga mereka sampaikan ke segenap penjuru dunia FB.Mereka bangga orang lain tahu kita adalah orang yang paling sedih, paling bermasalah, paling tidak bahagia dan seakan-akan orang yang tak pernah diberi sebuah rasa Bahagia sepanjang durasi hidupnya…Betapa tak terukur nikmat yang kita terima, meski mungkin kita berpaling, betapa tak mampu terangkul segenap hidup telah banyak memberi, meski kita tak meminta.
Betapa kita selalu berpaling atas segala nikmat hidup dengan mengeluh, mengeluh, mengeluh dan nelongso…. sehingga melupakan tangis pertama bayi mulainya kehadiran kita direntangan fana.
Banyak ekspresi untuk kita mengeluh, ada wajah kesel, mewek ataupun nangis sekeras-kerasnya……………
Tapi, apakah kita pantas untuk selalu mengeluh ??? Setelah kita menerima banyak rizki dari-Nya, tapi untuk menghindari kata mengeluh saaangat susah, akupun juga susah untuk menghindarinya !!!!
Sungguh-sungguh menyedihkan.

World Clock