Sabtu, 03 Desember 2011

Hari Asyuro


HARI ASYURO’


Hari Asyuro’ adalah hari yang sudah tidak asing lagi bagi kita kaum muslimin diseluruh penjuru dunia. Suatu hari  yang sangat bersejarah lagi mulya, yang memiliki kehormatan dan  kemanfaatan yang agung semenjak dahulu kala, banyak kejadian-kejadian penting yang agung di dalam hari tersebut serta kemanagan-kemenangan dan berbagai rahasia dan tanda-tanda  kekuasaan Allah yang sangat mengagumkan. Asyuro’ adalah hari kesepuluh dari bulan muharram, yaitu bulan yang sangat mulia yang termasuk dalam jajaran Asy hurul haram  (Bulan-bulan mulia) yang terdiri dari empat bulan yaitu, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram serta Rajab sebagaimana di firmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36 :
¨bÎ) no£Ïã Íqåk9$# yZÏã «!$# $oYøO$# uŽ|³tã #\öky­ Îû É=»tFÅ2 «!$# tPöqtƒ t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# šßöF{$#ur !$pk÷]ÏB îpyèt/ör& ×Pããm 4 šÏ9ºsŒ ßûïÏe$!$# ãNÍhŠs)ø9$# 4 Ÿxsù (#qßJÎ=ôàs? £`ÍkŽÏù öNà6|¡àÿRr& 4
Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.
Beramal sholeh  dibulan tersebut akan dilipatgandakan  pahalanya demikian juga berbuat  kejahatan juga akan dilipat gandakan dosannya, sampai sedemikian rupa kemulyaan dan kehormatan bulan Muharrom disisi Allah SWT. Sehingga sebagaian ulama berpendapat bahwasanya bulan muharram lah yang paling utama  diantara bulan-bulan yang lainnya selain bulan Romadhon sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dalam haditsnya dari Abi Dzar Radiyallahu Anhu berkata :
سأ لت النبى صلى الله عليه وسلم اى الليل خير واي الا شهر افضل ؟ فقل خير الليل جوفة وافضل الاشهر شهر الله الذي تدعو نه المحرم.
Artinya : Saya bertanya kepada Nabi SAW “Malam apakah yang paling baik dan bulan apakah yang paling utama ?  dan beliau menjawab Sebaik-baik waktu malam adalah di tegah-tengah malam  dan bulan-bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang bernama Muharram.
Oleh karena itu di dalam bulan Muharram yang agung tidak terlepas dari hari asyuro’ yang penuh dengan nilai-nilai historis, relegius dan sakral, Serta dengan muatan ibadah mahdah. Islam telah menggambarkan dengan jelas  dan gamblang bagaimana keutamaan-keutamaan asyuro’.
As-Syekh Abd Qodir Al-Jailany menerangkan dalam kitabnya “Al-Ghoniya” tentang fadilah-fadilah hari asyuro’ sebagai berikut :
1.        Allah SWT menciptakan langit-langit
2.        Allah SWT menciptakan gunung-gunung
3.        Allah SWT Menciptakan lautan
4.        Allah SWT menciptakan Daratan
5.        Allah SWT menciptakanLauhul Mahfudz
6.        Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS
7.        Allah SWT Memasukkan surga Kepada Nabi Adam
8.        Dilahirkannya Nabi Ibrahim as
9.        Nabi Ibrahim as diselamatkan dari api
10.     Firaun di tenggelamkan  dan mati di laut
11.     Nabi Ayyub as mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya
12.     Allah SWT menerima taubatnya Nabi Adam as
13.     Allah SWT mengampuni dosanya Nabi Daud as
14.     Nabi Isa as dilahirkan
15.     Bangkitnya hari kiamat
16.     Allah SWT menciptakan Arsy’
17.     Allah SWT menciptakan Al-Kursy
18.     Allah SWT menciptakan Malaikat Jibril dan Malaikat yang lain.

Amal-amal ibadah di hari Asyuro’

Hari Asyuro’ adalah hari  untuk bertaubat dan kembali kepada Allah SWT dan sebenarnya seorang muslim dituntut untuk  melaksanakan taubat  dan kembali kepada Allah swt pada setiap waktu, bukan diwaktu tertentu dan di tempat tertentu pula, hanya saja tuntutan tersebut di hari asyuro’ menjadi lebih kuat. Demikian juga setiap amal sholeh menjadi lebih  kuat dan utama dilaksanakan dan di anggap bagus untuk diperbanyak  pada waktu-waktu yang utama dan pad masa-mas yang penuh berkah. Adapun amal-amal ibadah yang dianjurkan oleh islam dalam menyikapi Asyuro’ adalah :


1.  Melakukan Puasa
Rasulullah SAW menganjurkan puasa di hari asyuro’  kepada umatnya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Ibnu Abbas beliau berkata :
قدم ر سو ل الله صلى الله عليه وسلم المد ينة فو جد اليهو د صيما يوم عا شوراء فقل لهم رسو ل الله صلى الله عليه وسلم ما هذ اليوم الذى تصومو نه قال : هذ ا يوم عظيم انج الله فيه موسى وقومه واغرق فرعون وقومه فصامه موسى شكرا فنحن تصومه فقال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم فنحن احق واولى يموس منكم فصامه رسو ل الله صلى الله عليه وسلم
Artinya : Dari Ibnu Abbas ra berkata : “Rasululloh SAW pernah datang ke kota madinah lalu menghampiri orang-orang yahudi sedang berpuasa pada hari Asuro’ lalu Rasululloh berkata “ Hari apakah ini yang kalian pada berpuasa ? Lalu mereka menjawab “ ini adalah hari yang agung Allah telah menyelamatkan Musa di hari tersebut bersama kaumnnya. Dan menenggelamkan fir’aun dan kaumnya, maka nabi musa berpusa karena bersyukur lalu kamipun berpuasa, maka Rasululloh SAW berkata : “ kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Nabi Musa, lalu Rasululloh berpuasa  dan memerintahkan ummatnya untuk berpuasa.
2.  Memberikan Shodaqoh
Abu Musa Al-Madini telah mengeluarkan hadits yang diriwayatka dari Abdullah Bin A’mr Bin Ash beliau berkata :
من صام عا شوراء فكأنما صام السنة ومن تصدقة فيه كان كصدقة السنة
Artinya : Barang siapa yang berpusa  Asyuro’ maka seakan-akan berpuasa satu tahun dan barang siapa yang bersodaqoh di dalamnya maka dia seperti bersodaqoh satu tahun.
3.  Memperluas Belanja
Ibnu Mansur berkata kepada Imam Ahmad Bin Hambal :
هل سمعت فى الحديث من و سع عل يوم عا شوراء او سع الله عليه سا ئر ة السنة, فقال نعم رواه سفيان بن عيينة عن جعفر الا حمر عن ابرهيم بن محمد عنالمنتشر.
Artinya : Apakah engkau pernah mendengar dalam hadits barang siapa yang meluaskan belanja keluargannya, maka Allah akan meluaskan rizki atasnya selama satu tahun, beliau berkata iyah hadits tersebut adalah riwayat dari sofyan Bin Uyaynah dari ja’far al-ahmar dari ibrohim Bin Muhammad dari muntasyiri.
Melihat dari berbagai riwayat tersebut maka tentulah hal ini menunjukkan bahwa  hari-hari yang utama dan pernah berkah dan pantas dihidupkan dengan ibadah, dan ibadah puasa adalah diantara jenis-jenis ibadah yang paling agung. Demikian juga jenis ibdah-ibadah yang lainnya dengan tanpa membatasi jenis suatu ibadah tertentu, sehingga tidaklah lewat hari-hari yang mulia itu sementara kita lengah dan lalai dan berpaling tidak menghidupkannya dari segala bentuk ibadah yang menjadi pegangan ilmiyah dan faedah-faedah amaliyah serta jalan keselamatan. Kami kutip dalam kitab Dzikroyat Wa Munasabat oleh Sayid Muhammad Bin Ali Al-Maliki.
Penyimpangan Hari Asyuro’

Di bulan muharrom yang mulya tersebut masih banyak praktek-praktek ritualyang dilakukan oleh sebagian umat islam  di indonesia tanpa memperdulikan tuntunan-tuntunan agama islam. Diantaranya adalah praktek ritual membuang sesajen binatang, makanan dan lain sebagainnya ke laut dengan beramai-ramai dengan tujuan menolak dan menangkal balak. Yang mana hal ini hanya pantas dilakukan oleh orang-orang Animisme dan orang-orang Hindu yang selalu berbuat demikian dalam kehidupan sehari-hari. Juga penyimpangan di hari asyuro’ yang dialakukan oleh komonitas Syiah di berbagai negara, mereka melakukan ritual yang sudah tidak asing lagi yaitu memperingati kematian Sayyidina Husien dengan diiringi ratapan dan tangisan histeris, tidak cukup demikian mereka menyakiti badan mereka sendiri dengan berbagai macam cara ada yang memukul-mukul badan dengan tangan mereka sendiri sampai luka, ada yang mengunakan rantai, pisau dan pedang sehingga badan dan kepala mereka berlumuran darah. Hal ini mereka lakukan dengan rasa tebusan kepada diri sayyidina Husien yang mati sebagai syuhada’  di medan karbala perilaku-perilaku yang demikian ini menjadi rutinitas ritual bahkan menjadi tontonan menarik bagi orang-orang barat. mereka begitu asyik menonton pertunjukan ritual tersebut. Bahkan banyak anak-anak kecil yang telah berdosa turut  menjadi korban dengan dilukai kepalanya sedemikian rupa sehingga penuh dara. Perbutan tersebut jelas sebagai perbutan yang melanggar dan merusak norma-norma islam Rasulullah SAW bersabda :
ليس منا من ضرب الخدود وشق الجيو ب و د عا بد عوى الجاهليةز متفق عليه
Artinya : Bukanlah dari golongan kami orang yang memukul pipi dan merobek-robek saku baju dan dengan perkataan jahiliyah (H.R. Bukhari dan Muslim)
Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Al-Masykur seorang ulama besar dan mufti Hadramaut menyatakan dalam Fatwannya : “Melakukan dengan perbutan yang mengatakan Husien di india dan pulau jawa yang dilaksanakan pada hari Asyuro’ adalah perbutan bid’ah yang tercela dan haram para pelakunya adalah orang-orang fasiq dan sesat. Dan imam Ibnu Hajar Al-haitami berkata dalam kitabnya (“As sawaidul Muhrid”) “Awas, Waspadalah engkau jangan sampai melakukan perbuatan seperti perbutan bid’ah orang rafidho dan sejenisnya pada hari asyuro’ dengan meratap dan bersedih karena hal itu bukanlah akhlak kaum mukmin.
Perbutan orang-orang rafidho atau syi’ah di bulan asyuro’ dengan menyakiti badan mereka sendiri sampai bercucuran darah, telah jelas menampakkan penyerupaan terhadap orang-orang kristen yang selalu menyakiti dan melaukai badan mereka sehingga penuh dengan darah sebagai tebusan kepada tuhan Yesus di saat mereka yang akan menerima perbutan tersebut ?  apakah itu yang disebut ajaran ahlul bait Nabi ? Apakah islam mengajarkan hal demikian Hasya wa kalla ! Naudzubillah Min Dzalik !!. semoga Allah SWt selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan kita dijaga dari segala bid’ah dhalalah, dari segala maksiat dan kemusyrikan jali dan khofi bijahi Nabi Wa Ahli Baitihi, Amiiiin.........!


“Do’a Asyuro”




 

World Clock