Selasa, 13 Desember 2011

FATAYAT SEBAGAI PILAR NU

FATAYAT SEBAGAI PILAR NU
Oleh : Abu Afiyah Falasifah

I.    Pengertian
Di tinjau dari segi bahasa, Fatayat berasal dari bahasa arab “فَتَا ةٌ  “(Fatatun) jamaknya “فَتَيَا تٌ ” (Fatayatun) yang artinya Pemudi. Adapun di tinjau dari segi istilah, Fatayat adalah suatu organisasi masyarakat yang beranggotakan pemudi-pemudi islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah yang mempunyai kepemimpinan secara vertikal dari pengurus ranting sampai pucuk pimpinan dan dibawah naungan organisasi induk yaitu “Jamiyyah Nahdlatul Ulama”.

II.   Arti Lambang Fatayat NU
Arti lambang Fatayat NU adalah sebagai berikut :
1)    Setangkai bunga melati melambangkan niat yang suci
2)    Tegaknya bunga melati di atas dua helai daun berarti dalam setiap gerak langkahnya, Fatayat NU tidak lepas dari bimbingan NU dan Muslimat NU
3)    Di dalam sebuah bintang berarti gerak langkah, Fatayat NU selalu berlandaskan Perintah Allah SWT dan Sunnah Rasul.
4)    Delapan bintang berarti empat khalifah dan empat mazhab.
5)    Dilingkari oleh tali persatuan berarti Fatayat NU tidak keluar dari Ahlussunnah wal Jamaah.
6)    Dilukis dengan warna putih di atas warna dasar hijau berarti kesucian dan kebenaran.

III. Sejarah Berdirinya Fatayat NU
Untuk mengembangakan program-programnya Nahdlatul Ulama’ mempunyai badan-badan otonom yang mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersendiri. Kelahiran beda-beda otonom tersebut ada yang di dorong/dibentuk oleh Nahdlatul Ulama’ sendiri, tetapi ada juga yang disahkan oleh NU setelah terbentuk berdasarkan prakasa keluarga Nahdliyyyin. Dari sederetan badan otonom, Fatayat NU merupakanurutan ketiga lahirnya setelah Ansor pada tahun 1934 dan Muslimat pada tahun 1946, dan kemudian Fatayat NU di resmikan melalui SK-PBNU No. 574/U/Peb.tertanggal 26 Robiuts Tsani 1369/14 Pebruari 1950.

1.    Masa Perintisan
Fatayat NU walaupun resminya lahir pada tahun 1950 tetapi ia telah mempunyai sejarah panjang masa perintisannya, setidaknya 10 tahun sebelumnnya. Pada tahun 1940, NU melaksanakan muktamarnya yg ke 15 di Surabaya. Seperti halnya Muslimat, wadah belum resmi para nahdiyat/pemudi-pemudi waktu itu ikut giat memeriahkan Muktamar di bawah pimpinan Ibu Hindun, Adapun kegiatan putri-putri waktu itu antara lain :
1.    Membaca Al-Qur’an
2.    Ikut membantu mempersiapkan persidangan
3.    Menampilkan koor berisi syair yg dapat menggugah semangat para pemudi untuk tampil dalam ikut membela Negara dan Agama.
Keterlibatan pemudi-pemudi ini semakin nampak kepeloporanya yang memang merupakan tokoh-tokoh berdirinya Fatayat NU. Ada tiga orang yang sangat menonjol Beliau itu adalah :
1)  Ibu Murthosiah dari Surabaya
2)  Ibu Chuzaimah Mansur dari Gresik
3)  Ibu Aminah Manasur dari Sidoarjo
Melalui merekalah akhirnya berdiri Cabang-cabang perintis, yaitu Cabang Surabaya. Cabang Gresik. Cabang Sidoarjo dan Cabang Pasuruan. Inilah salah satu keunikan lahirnya Fatayat NU. Lahir Cabang dulu baru terbentuk pucuk Pimpinan. Langkah tiga serangkai tersebut mengumumkan. apa yang di sebut DEWAN PIMPINAN FATAYAT NU yang disingkat DPF pembentukan  DPF ini  juga atas dorongan KH. Moch. Dahlan, Ketua PBNU.Pada tanggal 23 Pebruari DPF,sementara yang berbentuk presidium tersebut  ditambah dengan empat orang masing-masing Nyai Nihaya Bakri, Asnawiyyah, Sulikha luqman dan Fatimah Chusaini.
Mereka inilah yang mempersiapkan diri menghadapi Muktamar ke 18 di jakarta, Meminta Muktamar NU untuk mengakui eksistensi Fatayat NU Dan hasilnya seperti kita lihat bahwa Fatayat NU diterima dan diakui pada tanggal, 24 April 1950 yang berarti merupakan hari kelahiran Fatayat NU.
Pada saat itu juga dilakukan persidangan khusus yang menetapkan per ubahan dewan pemimpin Fatayah NU menjadi pucuk pimpinan Fatayat NU yang di ketuai oleh Ibu Nihaya Bakri dan tiga serangkai sebagai setaf intinya,
Pada saat itu juga ditetapkan arah dan tujuanya Fatayat NU yang meliputi :
1)     Terbentukaya pemudi islam yang cakap dan kepribadian luhur serta berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.
2)     Terwujudnya rasa kesetiaan terhadap aeas asas dan tujuan NU dalam menegakkan syari’at islam.
3)     Terwujudnya masyarakat adil dan makmur yaag merata serta di ridhoi Allah SWT.
2.    Masa Mengembanggkan Diri
Setelah pengurus di sempurnakan gebrakan pertama, adalah melakukan kunjungan - kunjungan ke cabang-cabang di tiga Wilayah masing - masing Jawa Barat Jawa Tengah dan Jawa Timur sendiri. Dalam  kesempatan-kesempatan tersebut beberapa cabang di undang ke satu kota, kemudian di sana di bicarakan suatu masalah mengenai pengembangan - Fatayat NU.
Untuk Wilayah Jawa Barat  pertemuan di adakan di Bandung, ada lima cabang yang hadir dalam konfrensi tersebut. Untuk Jawa Tengah di
adakan di Solo yang di hadiri oleh enam Cabang. Untuk Jawa Timur di
adakan di Malang yang di hadiri oleh tiga Cabang . Dari tiga Wilayah  tersebut di capai kesepakatan bagi pengembangan Fatayat NU selanjutnya,antara lain :
1)  Pelaksanaan keputusan Fatayat NU pada Muktamar NU ke 18
2)  Di bentuk Konsulat Fatayat NU di tiga Wilayah
Pada kongres Fatayat NU Ke Empat yang besamaan dengan Muktamar NU ke 21 pada tahun 1956 di Medan Fatayat NU yang semula berkedudukan di Surabaya di pindahkan ke Jakarta.

III. Citra Fatayat NU Akan Datang :
Untuk menjawab bagaimanakah Fatayat NU yang akan datang perlu di tinjau dari Tiga Aspek :
1.     Aspek Ke Agamaan   : Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah
2.     Aspek Perorangan     :  - Pelopor     - Mandiri
-   Cerdas     - Tanggung Jawab
-   Mampu menjawab semua permasalahan yang dihadapi
-   Dan lain Sebagainnya.
Kedua aspek diatas akan mewarnai aspek yang ketiga
3.     Aspek Kemasyarakatan        : Khittoh ’26               : Sikap Tengah
                                                                                dan bersikap adil
: Tawasuth dan I’tidal
: Tasamuh                 : Toleran
: Tawazzun               : Seimbang
IV.   Kondisi Fatayat NU Sekarang :
Untuk mengetahui kondisi Fatayat NU sekarang ini secara terbuka kita ajak peserta untuk melihat dan mengevalusi sejauh mana sesuatu yang telah kita perbuat dan kita hasilkan :
1)    Modal, sudahkah kita dapat mendaya gunakan sumberdaya yang ada?
2)    Kepemimpinan, sudahkah berjalan sesuai dengang norma-norma yang berlaku ?
3)    Organisasi, yang meliputi : - Struktur Organisasi
: - Administrasi
: - Komunikasi
: - Program

4)    .Pengalian Sumber Dana…………………………

Disampaikan Pada LKD FATAYAT NU Ancab Gempol
Tanggal, 18 Desember 2011

World Clock