Selasa, 29 November 2011

Makalah NUzul Qur'an


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Al-Qur’an diturunkan untuk memperbaiki akidah. Ibadah akhlak dan pergaulan manusia yang sudah menyimpang dari kebenaran, karena itu dapat dikatakan bahwa terjadinya penyimpangan dan kerusakan dalam tatanan kehidupan manusia merupakan sebab turunnya Al-Qur’an ini adalah sebab umum bagi turunnya Al-Qur’an. Hal ini tidak termasuk dalam pembahasan yang hendak dibicarakan.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Asbab Al-Nuzul ?
2.      Bagaimana sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (Asbab Al-Nuzul) ?
1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui Asbab Al-Nuzul
2.    Untuk mengetahui sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (Asbab Al-Nuzul)


BAB II
PEMBAHASAN

ILMU ASBAB AL-NUZUL

2.1    Pengertian Sebab Al-Nuzul dan Ilmu Asbab Al-Nuzul
Menurut bahasa “Sebab Al-Nuzul” berarti turunnya ayat Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dalam masa lebih kurang 23 Tahun. Al-Qur’an diturunkan untuk memperbaiki akiadah akhlak dan pergaulan manusia yang sudah menyimpang dari kebenaran.
Sebab Al-Nuzul dan Ilmu Asbab Al-Nuzul (Sebab Turun Ayat) di sini dimaksudkan sebab yang secara khusus berkaitan dengan turunya ayat-ayat tertentu.
Shubhi Al-Shalih memberi defenisi sebab Al-Nuzul sebagai berikut :
مَا نَزَ لَتِ الا يَةاَوِالايَاتُ بِسَبَهِ مُتَضَمِّنَةًَ اَوْ مُضِييَةً عَنْهُ اَوْ مُبَيِّنةً لحُِكْمِهِ زَمَنَ وقو عِهِ
Artinya :
“Sesuatu yang dengan sebabnya turun suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu/memberi jawaban terhadap sebab itu atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya sebab tersebut.
 Defenisi ini memberikan pengertian bahwa sebab turunnya ayat adakalanya bentuk pristiwa dan adakalanya berbentuk pertanyaan. Sebab turun ayat dalam bentuk pristiwa ada tiga macam :
Pertama : Pristiwa berupa pertengkaran seperti perselisihan yang terjadi antara suku aus dan suku khajraj perselisihan itu timbul instrik-instrik yang ditiupkan orang-orang yahudi. Sehingga turun beberapa surat Ali Imran dari firman Allah :
يَا اَيُّهَا الذِّيْنَ اَمَنُوْ ااِنْ تُطِعُوْ ا فَرِيْقاً مِنَ الَّذيْنَ اُو تُو الْكِتَبَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ اِيمَا نِكُمْ كَفَرَ يْنَ

Kedua : Pristiwa berupa Kesalahan yang serius seperti pristiwa seorang   yang mengimami sedang mabuk sehingga salah dalam membaca surat Al-Kafirun dengan tanpa لا pada لااعبد
ö@è% $pkšr'¯»tƒ šcrãÏÿ»x6ø9$# ÇÊÈ Iw ßç6ôãr& $tB tbrßç7÷ès?
Pristiwa ini menyebabkan turunnya ayat :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#qç/tø)s? no4qn=¢Á9$# óOçFRr&ur 3t»s3ß 4Ó®Lym (#qßJn=÷ès? $tB tbqä9qà)s? Ÿwur $·7ãYã_ žwÎ) ̍Î/$tã @@Î6y 4Ó®Lym (#qè=Å¡tFøós? 4 bÎ)ur LäêYä. #ÓyÌó£D ÷rr& 4n?tã @xÿy ÷rr& uä!$y_ Ótnr& Nä3YÏiB z`ÏiB ÅÝͬ!$tóø9$# ÷rr& ãLäêó¡yJ»s9 uä!$|¡ÏiY9$# öNn=sù (#rßÅgrB [ä!$tB (#qßJ£JutFsù #YÏè|¹ $Y7ÍhŠsÛ (#qßs|¡øB$$sù öNä3Ïdqã_âqÎ/ öNä3ƒÏ÷ƒr&ur 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. #qàÿtã #·qàÿxî ÇÍÌÈ
Ketiga : Pristiwa itu berupa cita-cita dan keinginan seperti persesuaian (Muafaqot) Umar Bin Al-Khottab dengan ketentuan ayat Al-Qur’an. Dalam sejarah ada hbeberapa harapan sahabat umar yang dikemukakannya kepada Nabi Muhammad SAW kemudian turun ayat. Kandungannya sesuai dengan harapan sahabat Umar tersebut.  Sebaian ulama telah menulis secara khusus sebagai contoh imam Al-Sukhari dan lainnya meriwayatkan dari Annas ra bahwa umar berkata : “Aku sepakat dengan tuhanku dalam tiga hal, aku katakan kepada rasul bagaimana sekirannya kita jadikan makam ibrahim tempat sholat maka turunlah ayat :
وَاتخََّذُ  وْ امِن مَّقَا مِ اِبْرَهِيْمَ مُصَلَّى
Aku katakan kepada rasul
Sesungguhnya istrimu masuk keapda mereka itu orang yang baik dan orang yang jahat, maka bagaimana sekirannya engkau perhatikan kepada mereka agar bertabir, maka turunlah ayat hijab (Q.S. AL-Azhab : 53)
Kedua pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada waktu itu seperti ayat :
štRqè=t«ó¡our Ç`tã Çyr9$# ( È@è% ßyr9$# ô`ÏB ̍øBr& În1u !$tBur OçFÏ?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# žwÎ) WxŠÎ=s% ÇÑÎÈ
Artinya :   Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

y7tRqè=t«ó¡o Ç`tã Ïptã$¡¡9$# tb$­ƒr& $yg9yöãB ÇÍËÈ
Artinya :
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?

2.2    Macam-Macam Asbab An-Nuzul
1.      Dilihat dari sudut pandang redaksi yang dipergunakan dalam riwayat Asbab An-Nuzul
Ada dua jenis redaksi yang digunakan oleh perawi dalam mengungkapkan riwayat Asbab An-Nuzul, Yaitu Shareh (Jelas) dan Muhtamilah ( Kemungkinan) redaksi sareh artinya riwayat yang sudah jelas menunjukkan asbab an-nuzul dan tidak mungkin menunjukkan yang lainnya. Redaksi dikatakan shareh laila perawi mengatakan :
سبب نزول هذه الاية هذا........
Artinya : Sebab turun ayat ini adalah.........................
Atau ia mengunakan kata maka (Fa’ Taqibiyah) setelah ia mengatakan pristiwa tertentu. Umpamannya ia mengatakan.
حدث هذه.....فنزلت الاية
Artinya : “Telah Terjadi............Maka turunlah ayat.........
سئل رسول الله عن كذا......فنزل الاية
Artinya :“Rasulullah Pernah ditanya tentang..... Maka Turunlah ayat.....


Contoh riwayat Asbab An-Nuzul yang mengunakan redaksi sareh adalah riwayat yang dibawakan oleh Sahabat Jabir ra yang mengatakan bahwa orang-orang yahudi berkata, “ Apabila seorang suami mendatangi (kubul) istrinya dari belakang anak yang lahir akan juling “Maka turunlah ayat :
öNä.ät!$|¡ÎS Ó^öym öNä3©9 (#qè?ù'sù öNä3rOöym 4¯Tr& ÷Läê÷¥Ï© ( (
Artinya : Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (Q.S. Al-Baqarah : 223)
Adapun redaksi yang termasuk muhtamilah bila perawi mengatakan :
نزلت هذه الاية فى كذ أ............
Artinya : ayat ini diturunkan berkenaan dengan……………….
Umpamanya riwayat ibnu umar yang mengatakan :
نزلت فى انيان النساء فى ادبا ر هن
Artinya : “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu becocok tanam, diturunkan berkenaan dengan mendatangi (Menyetubuhi) istri dari belakang (H.R. Bukhari)
Atau perawi mengatakan :
رحسب هذ الاية نزلت فى كذ.
Artinya : “Saya kira ini diturunkan berkenaan dengan……… (H.R. Bukhari)
2.      Dari segi jumlah sebab dan ayat yang diturunkan, sebab An-Nuzul dapat dibagi yaitu :
1)      Ta’addud Al-Asbab Wa Al-Nazil Wahid
Beberapa sebab yang hanya melatar belakangi turunnya satu ayat / wahyu terkadang wahyu turun untuk menanggapi beberpa pristiwa atau sebab misalnya Q.S. Al-Ikhlas : 1 -4
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ   ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ 
Ayat pada surat diatas turun sebagi tanggapan terhadap orang-orang musyrik mekkah yang ditemui di madinah setelah hijrah.
Contoh yang lain.
Artinya : “Peliharah semua sholatmu  dan peliharalah sholat wustho. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’
Ayat diatas menurut riwayat diturunkan berkaitan dengan beberapa sebab sebagai berikut :
a.    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Nabi SAW sholat dzuhur diwaktu hari yang sangat panas sholat seperti ini sangat berat dirasakan oleh para sahabat maka turunlah ayat tersebut diatas (H.R. Ahmad, Bukhari, Bukhari, Abu Dawud).
b.    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi Sholat dzuhur diwaktu hari yang sangat panas dibelakang Rasulullah tidak lebih dari satu atau dua shaf saja yang mengikutinya. Kebanyakan diantara mereka sedang tidur siang. Adapula yang sibuk berdagang maka urunlah ayat tersebut diatas. (HR. Ahmad. AN-Nasa’i Ibnu Jarir)
2)      Ta’adud An-Nazil Wa Al-Asbab Wahid
Satu sebab yang melatar belakangi turunnya beberapa ayat contoh Q.S. Ad-Dukhan ayat : 10.15. dan 16
ó=É)s?ö$$sù tPöqtƒ ÎAù's? âä!$yJ¡¡9$# 5b%s{ßÎ/ &ûüÎ7B ÇÊÉÈ $¯RÎ) (#qàÿÏ©%x. É>#xyèø9$# ¸xÎ=s% 4 ö/ä3¯RÎ) tbrßͬ!%tæ ÇÊÎÈ tPöqtƒ ß·ÏÜö7tR spt±ôÜt7ø9$# #uŽö9ä3ø9$# $¯RÎ) tbqßJÉ)tFZãB ÇÊÏÈ
Artinya : Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata .Sesungguhnya kami akan beriman".Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal Telah datang kepada mereka seorang Rasul yang memberi penjelasan,  (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan.
Asbab An-Nuzul dari ayat-ayat tersebut adalah dalam suatu riwayat dikemukakan ketika kaum quraish durharka kepada Nabi SAW, beliau berdo’a agar mereka mendapatkan kelaparan umum, kelaparan yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf As. Alhasil mereka menderita kekurangan. Sampai mereka makan tulang-tulang sehingga turunlah ayat (Q.S. Ad-Dukhan : 10) kemudian mereka menghadap Nabi SAW untuk dimintai bantuan, maka rasulullah berdo’a agar diturunkan hujan, akhirnya hujanpun turun maka turunlah ayat selanjutnya (Q.S Ad-Dukhan : 15) namun setelah mereka memperoleh kemewahan merekapun kembali kepada keadaan semula (sesat dan durharka) maka turunlah ayat ini (Q.S. Ad-Dukhan : 16) dalam riwayat tersebut dikemukakan bahwa siksaan itu akan turun diwaktu perang badar.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.    Pengertian Asbab AN-Nuzul “menurut bahasa berarti turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur + 23 tahun.
Sebab-sebab turunya ayat Al-Qur’an dalam bentuk peristiwa ada 3 macam :
a.    Pristiwa berupa Pertengkaran : Seperti perselisihan suku Aus dan Khajraj
b.    Pristiwa berupa kesalahan yang serius
c.    Pristiwa berupa cita-cita dan keinginan
2.    Macam-Macam Asbab An-Nuzul
a.    Dilihat dari sudut pandang redaksi yang dipergunakan dalam riwayat Asbab An-Nuzul
Ø  Sharih (Jelas)
Ø  Muhtamilah ( Kemungkinan)
b.    Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, sebab An-Nuzul dapat dibagi, yaitu :
Ø Ta’addud Al-Asbab wa Al-Nazil wahid
Ø Ta’addud An-Nazil wa al-Asbab wahid


DAFTAR PUSTAKA

-       Anwar, Rosihan. Drs. 2000. Ulumul Qur’an. Bandung. CV. Pustaka Setia
-       Syadzali, Ahmad. 1997. Ulumul Qur’an. Bandung. CV Pustaka Setia
-       Musafa’ah. Suqiyah. Dra. Hj. 2011. Study Al-Qur’an. Surabaya. IAIN SA Press.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

World Clock